top of page

Anestesi Spinal Levobupivacaine Isobarik pada Sectio Caesarea


Sectio caesarea (SC) atau operasi sesar merupakan metode persalinan di mana janin dilahirkan melalui insisi pada dinding rahim dengan syarat rahim dalam keadaan utuh dan berat janin lebih dari 500 gram. Menurut WHO, jumlah tindakan sectio caesarea pada tahun 2011 dilaporkan mengalami peningkatan 5 kali dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Standar rata-rata jumlah sectio caesarea di suatu negara berkisar antara 5-15% per 1000 kelahiran di dunia. Di Indonesia, angka kejadian operasi sesar juga terus meningkat baik

di rumah sakit pemerintah maupun di rumah sakit swasta.


Hasil Riskesdas tahun 2013 menunjukkan proporsi kelahiran melalui metode operasi sesar sebesar 9,8% dari total 49.603 kelahiran sepanjang tahun 2010 sampai dengan 2013, dengan proporsi tertinggi di DKI Jakarta (19,9%) dan terendah di Sulawesi Tenggara (3,3%).1,2


Memberikan anestesi dengan teknik yang aman dan efektif pada tindakan sectio caesarea membutuhkan pemahaman yang menyeluruh tentang perubahan fisiologi yang terjadi pada kehamilan, proses melahirkan, dan kelahiran bayi. Perubahan ini terjadi sebagai akibat dari

perubahan keseimbangan hormonal ibu, perubahan biokimia akibat besarnya kebutuhan metabolik fetus dan plasenta, serta tekanan mekanik dari uterus. Meskipun setiap sistem organ dipengaruhi oleh kondisi kehamilan, perubahan pada sistem kardiovaskular, respirasi, dan gastrointestinal memiliki implikasi besar terhadap efek anestesi pada tindakan sectio caesarea.3


Teknik anestesi yang banyak digunakan untuk pasien yang menjalani operasi sesar adalah spinal anesthesia. Anestesi spinal adalah metode anestesia yang melibatkan injeksi obat anestesi lokal ke dalam ruang intratekal yang menghasilkan efek analgesia. Pemberian

obat anestesi lokal dilakukan melalui injeksi ke dalam ruang intratekal atau ruang subaraknoid di area lumbal yaitu L2-3, L3-4, atau L4-5 untuk menghasilkan onset anestesi yang cepat dengan derajat keberhasilan yang tinggi. Walaupun teknik ini sederhana, dengan adanya

pengetahuan anatomi, efek fisiologi dari anestesi spinal, faktor-faktor yang memengaruhi distribusi anestesi lokal di ruang intratekal, serta komplikasi anestesi spinal akan mengoptimalkan keberhasilan terjadinya blok anestesi spinal.4

DAPATKAN KABAR TERBARU SEPUTAR DUNIA MEDIS

Anda berhasil mendaftar!

DIKELOLA OLEH PT GLOBAL URBAN ESENSIAL
bottom of page